Plafond yang sering disebut langit-langit adalah suatu lapisan yang membatasi antara rangka rumah dengan rangka atap. Fungsinya sebagai batas tinggi suatu ruangan, isolasi panas yang datang dari atap, meredam suara air hujan yang jatuh ke atap, menahan kotoran yang mungkin jatuh, membuat ruangan di bawah tampak bersih, menutup rangka atap, dan sebagai tempat menggantungkan bola lampu dan kipas angin.

Tinggi plafond tergantung pada berbagai faktor pertimbangan, yaitu iklim, desain rumah dan selera. Plafond yang tinggi memberikan kesan kesejukan dan cocok untuk daerah beriklim panas. Jika ruangan Anda menggunakan AC, maka plafond yang Anda gunakan relatif rendah untuk menghemat AC dan biaya. Ada beberapa jenis bahan plafond, antara lain:

Pertama, plafond eternit.
Plafond yang harganya relatif murah dan pemasangannya mudah itu berasal dari asbes yang dibuat dari campuran semen dan kain perca. Finishing dari eternit sebaiknya menggunakan cat tembok atau cat khusus plafond. Keunggulannya adalah membuat ruangan di bawahnya sejuk dan tidak lapuk jika terkena tetesan air.

Kedua, plafond gypsum.
Plafond ini berbahan baku batu gyps yang diolah secara pabrikasi. Keunggulannya adalah tidak terbakar dan tidak menyebarkan api, tidak dimakan rayap dan binatang kecil lainnya, ukurannya stabil, tidak mengandung asbes, tidak lapuk dan membusuk serta mudah dipotong dengan pisau cutter.

Ketiga, plafond kayu.
Kayu yang digunakan bergam, di antaranya lumber sering, triplek, multiplek, teakwood, MDF, dan partikel board. Plafond dari bahan kayu tidak menyerap panas sehingga membuat ruangan di bawahnya terasa sejuk. Keunggulannya adalah bobotnya ringan, mudah dibentuk dan tidak mudah pecah. Tapi, kayu juga sering mengalami muai susut, melapuk jika terkena air, mudah terbakar dan dimakan rayap.

Untuk pemesanan dan pengadaan Plafon Gypsum silahkan hubungi – 0815 7650 909

Sumber: Aditya Wardana, dalam ‘’Mengenal Bahan Bangunan untuk Rumah’’ halaman 41-46.